Tanpa terasa udah satu semester gua menjalani hari-hari gua di dunia per-coolyeah-an, atau per-kuli-ah-an? Mungkin pronounce nya akan terdengar sama, tapi menurut gua itu adalah dua hal yang berbeda. Jauh. Mungkin ini bener, atau mungkin ini cuma opini gua aja sebagai mahasiswi semester dua? (yang kadang nama dekan-wadek aja masih suka lupa). Tapi kadang gua juga suka mikir, disaat temen-temen gua kebanyakan selalu bilang "Besok nguli lagi", itu kedengerannya kayak jadi suatu hal yang berat gituloh. Beda kan sama kalo misalnya temen gua bilangnya "Besok coolyeah lagi", kan lebih enak kedengerannya. Jadi seakan-akan tuh kita seneng, kita suka buat ngejalaninnya gitu, kan? Yang sebetulnya, gua tau istilah 'coolyeah' itu sendiri dari blogger, vlogger, influencer lokal favorit gua yaitu kak Gita Savitri di blog dan di youtube nya saat jaman dimana dia kuliah S1 di Jerman. Gua pun suka sama istilah itu karena seperti yang gua bilang tadi, dengan pake istilah 'coolyeah' itu seakan-akan kita, para mahasiswa/i, para anak kuliahan, itu seakan-akan langsung auto-cool dan bahagia. Ya biarpun mungkin realitanya selalu bertolak-belakang, setidaknya pencitraan itu perlu. Hahahahaha.
...
Gua buat tulisan ini ga menutup kemungkinan kalo gua kadang masih suka males-malesan, masih berat, belom bahagia, atau belom suka, belom sepenuh hati ngejalanin perkuliahan. Apalagi sekarang gua udah mulai memasuki semester dua. Yang udah berbeda sama semester satu yang masih santai-santai aja gitu. Masih kebanyakan main. Masih jarang banget dikasih tugas sama dosen. Semester dua, mengapa kamu berbeda? Apaansih gua. Baru juga semester dua, ga ada apa-apanya kalo dibandingin sama kakak-kakak tingkat semester akhir. Tapi justru ini akan jadi self-reminder buat diri gua untuk jangan males-malesan dan jangan nunda-nunda.
...
Bicara nguli, (buat yang belom tau, nguli adalah istilah yang digunakan oleh mungkin hampir semua mahasiswa/i dalam menjalani perkuliahan) gua ga mau gua jadi kuli di jurusan pilihan gua sendiri. Gua ga mau jadi kuli di kampus pilihan gua sendiri. Tapi justru dari situlah gua ingin menjadi cool melebihi diri gua yang udah cool ini (jijik) dalam menjalani hari-hari gua di dunia per-coolyeah-an. Jadi, buat siapapun yang baca tulisan gua yang super sampah ini, tolong alarm-in gua ya kalo misalnya nantinya gua menyebut diri gua nguli selama gua menjalani perkuliahan. Tolong untuk menegur gua agar menjadi cool kembali. Teruntuk lo semua, itu terserah pada pilihan lo sendiri. Apakah selama nantinya menjadi mahasiswa/i lo mau menjadi cool, atau menjadi kuli?
No comments:
Post a Comment